Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Puisi Cinta Pendek Untuk Pacar

Jurnalku.me – Siapa sih anak zaman now yang ngga tahu soal puisi. Pastinya tahu semua yaa kan...

Puisi sangat digemari oleh para remaja saat ini. Bukan hanya saat ini, bahkan sejak zaman dahulu. Puisi sudah populer sejak zaman penjajahan Belanda maupun Jepang. 

Banyak orang-orang pribumi kita yan mahir dalam membuat puisi. Bahkan kemampuan tersebut seolah-olah turun-temurun ke generasi sekarang. 

Buktinya banyak sekali karya-karya puisi yang sangat indah bahkan bisa bersaing dengan para pembuat puisi profesional.

Keindahan puisi inilah yang membuatnya disukai, diminati bahkan di cintai oleh anak zaman now. Liriknya, baitnya dan semuanya seolah-olah dibuat agar menyentuh siapapun yang membaca atau mendengarkannya. 

Melihat tren seperti, saya pun sepertinya ingin membagikan beberapa puisi. Puisi sedih, gembira dan lain-lain. Mungkin puisinya tidak sebagus dan sebaik yang kalian buat. 

Namun, rasa ingin belajar membuat puisi itu sangatlah penting. Untuk meningkatkan imajinasi, kreatifitas teman-teman semuanya.

Okeylah, akan saya berikan beberapa contoh puisi beragam tema yaaa teman-teman. Semoga apa yang saya bagikan bisa bermanfaat yaa.. silahkan membaca.

6 Puisi Cinta Pendek Untuk Pacar
6 Puisi Cinta Pendek Untuk Pacar

APALAH DAYA SEORANG ANAK BURUH TANI 

Ketika dunia ini penuh dengan kehingar bingaran 
Apalah daya aku yang selalu dalam kesusahan 
Panas dalam kedinginan , dinigin dalam kepanasan 
Anak pejabat, menteri dan buruh tani 
Dibedakan dalam arti mereka lebih tinggi dan lebih berani 

Apah daya aku anak seorang buruh tani 
Yang makanpun harus dadak nyari 
Apah daya aku seorang anak buruh tani 
Yang setiap pagi harus jalan kaki demi kejar sang mimpi 
Dan berharap mimpi itu akan menjadi sebuah arti  
Tuk meyakini betapa indahnya dunia ini. 

BUKU 

Kubuka lembar demi lembar 
Yang isinya mengajarkan tujuan kehidupan 
Menjadi cahaya dititik gelap 
Mengajarkan berbagai hal tentang dunia tentang dunia 
Tentang arti sebuah impian 
Dan mendatang berbagai ilmu pengetahuan 

Namun 
Terkadang diriku merasa iba 
Pedih tuh menerima 
Karena melihat kau berdebu 
Tak pernah dipegang  apalagi dibaca
Terkadang dilupa, diabaikan 
Tersingkirkan oleh canggihnya zaman 

Tapi buku 
Tetap saja memberi cahaya 
Meuntun kita untuk terus berkaya 
Memberi arah jalan yang terbaik 
Sampai kapanpun 
Buku tak akan lekang oleh waktu dan akan terus memberikan 
Berjuta keajaiban 

Cinta di balik Awan

Dalam alunan lagu, aku termangu 
Di dalam hatiku ingin sekali melupakanmu
Lirik demi lirik lagu selalu tergambarkan sosok dirimu 
Yang membuatku semakin sulit melupkanmu

Mentari tertawa di balik awan 
Tertawa karena cintaku yang menyedihkan 
Mengapa dirimu sulit untuk aku lupakan ?
Mengapa rasaini tak bisa ku hapuskan ?
Walaupun ku tahu cintaku haya bertepuk sebelah tangan 

Sejumput pagi

Kita selalu bertemu disejumput pagi yang cerah...
Dengan sinar mentari yang merah meronah..
Berpandang pada sudut dijalan raya,
Kau menatapku dan sebaliknya pula,

Namun secarik cerita membuat jeda,
Melahirkan senyum tanpa sapa...
Ujar dalam batin merindu
Berbisik pada angin yang lalu,
 
Raga yang tak bisa lagi kurengkuh...
Jejak yang kian menjauh....
Semacam gerimis yang perlahan habis,,
Bernada mannis namun miris,,,
       
CINTA DAN PERBEDAAN

Sampaikan salam hangat pada fantasi yang melepas....
Dimana jarak terendah hanya ketidakmungkinan, dan jawaban terbesar adalah ketidakpastian.
Ketika pilihan hanya merela dan menunggu?
Masih bolehkah perasaan ini kunamai cinta?

Saat semua penantian berakhir siasia...
Kamu yang menyukai deretan buku dibaris perpustakaan 
dan aku yang memilih duduk menanti senja di taman... 
Kamu yang memilih keheningan dan aku yang memilih keramainan,
Aku yang memilih mengenang dan kau yang memlih membuang.

Demikian ikatan kita, memaksa menyamakan yang berbeda,
Lantas aku berhak apa? 
Mengenangmu pada taman rindu atau membiarkanmu pergi berlalu? 
Itu bukan pilihanku...

Mimpi dan bualan

Kita tak perlu terbang untk menjadi luar biasa, 
menarilah bersama mentari 
karena berteriak bersama angin akan menyesakan...

Jika iya dera ombak lantuntan nyanyian sendu, 
maka mentari berjalan semu...
Apa yang kau fikirkan? 
Tertawa tanpa beban akan segera kau dapatkan walau dalam hanyalan,
Bermimpilah jika kenyataan itu menyakitkan.

Jika berandai andai dan berimajinasi membuatmu senang 
Lakukanlah karena tidak ada yang salah dalam bermimpi,
Hidupku aturanku mengimbangi aturan semua, 
Ah entahlah aku bahkan tak memikirkan mimpiku, 
nikmati proses sepenuh hati dan syukuri hasil yang kita dapati, 
mimpiku bukan hanya bualan sebuah cerita......

Nahhh, sudah membaca puisinya ?? Ya, mungkin itu saja yang bisa saya berikan atau bagikan untuk teman-teman semua. 

Sekali lagi, puisi diatas boleh kalian gunakan sebagai tugas membaca puisi, koleksi, atau referensi dalam membuat puisi ya... 

Kurang lebihnya saya mohon maaf yaa, apabila ada yang ditanyakan silahkan ketikkan pada kolom komentar ya teman-teman

Terimakasih 

Post a Comment for "6 Puisi Cinta Pendek Untuk Pacar"